terkini


Terkesan Kebal Hukum, Mahasiswa Desak Kapolres Asahan Tangkap Kadis Kesehatan Terkait Dugaan Korupsi 3,7 Miliyar dan 30 Puskesmas Tidak Kantongi Izin Limbah B3.

, Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T12:52:39Z

Keterangangan Photo : Sejumlah Mahasiswa Demo  Terobos Kantor Bupati Minta Hari Sapna di Tangkap dan Dicopot dari Kadinkes Asahan.


SUMUTBRANTAS.COM-ASAHAN-Aksi Mahasiswa yang mengatasnama dirinya RISE (REPUBLIC OF INDONESIA’S SOCIETY FOR EMPOWERMENT), mendesak Bupati Asahan untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan bernama Hari Sapna dari jabatannya, aksi hampir ricuh karena tifak ada satu orang pun pejabat  yang berani menemui mahasiswa. 


Puluhan mahasiswa ini merasa kesal karena aspirasinya tidak ditanggapi, akhirnya menorobos masuk keruangan Bupati dan melakukan swiping. 


"Copot Hari Sapna !! Penjarakan Kadis Kesehatan !!!, Kami mendesak Bupati Asahan segera mencopot kadis kesehatan hari sapna karena diduga korupsi untuk memperkaya diri sendiri dan antek-anteknya", teriak Kordinator lapangan akbar yang merupakan kader HMI, yang diikuti teriakan sejumlah Mahasiswa di Polres dan Kantor Bupati Asahan pada Senin Pagi (25/5/2026) .


Dalam orasi yang disampaikan sejumlah mahasiswa telah menemukan kejanggalan anggaran pengadaan habis pakai pada tahun 2023 di dinkes asahan mencapai 3,7 Miliar yang awalnya hanya dianggarkan Rp. 500 juta. 



"Kami merasa janggal setelah mengkroscek anggaran pengadaan habis pakai yang awalnya dianggarkan Rp. 500 juta dalam APBD lalu naik ke menjadi 3,7 Miliar di P.APBD untuk dinas kesehatan, karena anggaran untuk Puskesmas sudah ditampung dimasing-masing kegiatan. Jadi untuk apa anggaran yang fantastis itu di dinas kesehatan", jelas eno salah satu demonstran. 


Ditambahkan koordinator lapangan Akbar, pengelolaan dan pengangkutan limbah B3 puskesmas diduga tidak sesuai aturan yang berlaku yang menyababkan pencemaran lingkungan. 


"Kami juga menemukan limbah B3 setiap puskesmas dikelola dan diangkut asal-asalan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang dampaknya kepada  kesehatan kepada masyarakat yang sangat beresiko buruk," tegasnya.


Orasi dan swiping di ruang kerja Bupati Asahan, akhirnya mahasiswa ini ditemui oleh Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MH. 


"Kami sedang manjalankan Rapat Koordinasi, besok hubungi saya yah biar bahas dan tindaklanjuti persoalan ini", ucapnya kepada pengunjuk rasa.


Aksi yang dipimpin Raden Dimas ini lanjut ke Polres Asahan untuk menyampaikan laporan resmi atas dugaan tindak pidana yang terjadi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. 


"Kedatangan kami disini ingin menyampaikan laporan kepada Kapolres Asahan secara langsung dengan lisan dan tertulis atas pelanggaran dugaan tindak pidana yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan bersama-sama kepala puskesmas", tegas dimas. 


Kedatangan para mahasiswa disambut hangat oleh Kasat Reskrim Polres Asahan dan laporan puluhan mahasiswa tersebut diterima. 


"Bapak Kapolres sedang ditidak ditempat, silahkan laporannya masukan ke bagian umum kalau mau langsung ke Bapak Kapolres yah, nanti beliau yang disposisi", ucap Simamora.


Setelah memastikan laporan tertulis sudah diterima, puluhan mahasiswa membubarkan diri. (ZAS).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Terkesan Kebal Hukum, Mahasiswa Desak Kapolres Asahan Tangkap Kadis Kesehatan Terkait Dugaan Korupsi 3,7 Miliyar dan 30 Puskesmas Tidak Kantongi Izin Limbah B3.

Terkini