Keterangan Photo : Truk Over Kapasitas Angkut Tanah dari Galian C Diduga Ilegal (atas), Penyebab Rusaknya Jembatan Milik PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja.
SUMUTBRANTAS.COM-SERGAI-Jembatan di wilayah Perkebunan PTPN IV Regional 1, Kebun Tanah Raja, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dikabarkan roboh separuh. Kejadian ini diduga kuat akibat aktivitas truk dump truck (DT) pengangkut tanah galian C yang melintasi jalan perkebunan secara bebas. Berdasarkan informasi di lapangan, galian C tersebut diduga ilegal dan beroperasi di Desa Cempedak Lobang, berbatasan langsung dengan Afdeling IV Kebun Tanah Raja, Kamis (07/05/2026).
Aktivitas galian C yang diduga milik seseorang berinisial 'U' ini menggunakan akses jalan Perkebunan sebagai jalur keluar masuk armada berat, meskipun Manajemen PTPN IV dikenal ketat terkait penggunaan jalan produksi.
"Truk DT leluasa keluar masuk, padahal jalan ini sensitif. Akhirnya jembatan roboh separuh karena tidak kuat menahan beban," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Meskipun saat ini jembatan terlihat sudah diperbaiki, namun metode perbaikannya diragukan. Perbaikan diduga dilakukan secara asal jadi dengan hanya menimpa cor semen baru di atas kerusakan tanpa memperbaiki struktur utama di bagian bawah dan juga apakah memakai besi tulangan atau tidak. Hal ini menimbulkan keraguan atas kekuatan dan keamanan jembatan tersebut. Dalam hal ini, PTPN IV Regional 1 dinilai dirugikan secara materil dan fungsional.
Masyarakat dan pihak terkait mendesak Manajemen Perusahaan dan Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas pihak yang bertanggung jawab, serta menelusuri siapa yang memberikan izin truk galian C tersebut melintas di area perkebunan.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola galian C belum dapat dikonfirmasi, sedangkan Manajemen Kebun Tanah Raja melalui Askep nya, saat dikonfirmasi oleh Wartawan ini terkesan bungkam tanpa memberikan jawaban, ada dugaan Manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Mendapatkan upeti dari Oknum usaha galian C. (TIM).
